https://www.idblanter.com/search/label/Template
https://www.idblanter.com
BLANTERORBITv101

Pengobatan dan Pencegahan Stroke

18 Juli 2022

 

Pengobatan dan Pencegahan Stroke

Penanganan stroke tergantung pada jenis stroke yang dialami pasien. Tindakan yang dapat dilakukan bisa berupa pemberian obat-obatan atau operasi. Selain itu, untuk mendukung proses pemulihan, penderita akan disarankan untuk menjalani fisioterapi dan terapi psikologis.

Pada umumnya, pencegahan stroke hampir sama dengan cara mencegah penyakit jantung, yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti :

1.    Menjaga tekanan darah agar tetap normal
2.    Tidak merokok dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol
3.    Menjaga berat badan ideal
4.    Berolahraga secara rutin
5.    Menjalani pemeriksaan rutin untuk kondisi medis yang diderita, misalnya diabetes dan hipertensi.

 

Terapi Stroke

Terapi Medis
Terapi stroke dapat mengembalikan kualitas hidup para penderita stroke. Berikut beberapa terapi yang bisa diberikan, di antaranya:

Terapi fisik
Serangan stroke bisa memperlemah otot-otot pada tubuh penderitanya. Hal ini membuat tubuh dan sendi susah bergerak. Efeknya koordinasi dan gerakan tubuh jadi berkurang sekaligus susah melakukan aktivitas fisik seperti berjalan dan berdiri. Terapi fisik membantu memperkuat otot tubuh dan melatih penderita stroke untuk bisa kembali beraktivitas setelah mengalami kerusakan otak. Terapi fisik atau fisioterapi adalah terapi yang dilakukan oleh dokter spesialis fisioterapi dan terapis, yang terlebih dahulu akan mengevaluasi masalah fisik pasien. Jika masalah fisik yang diderita terlalu parah, maka bisa dibantu dengan alat untuk mendukung pemulihan dari gangguan pergerakan tubuh pasien.

Terapi bicara dan bahasa
Salah satu akibat dari stroke adalah hilang atau turunnya kemampuan berbicara. Gangguan bicara akibat stroke bisa meliputi menurunnya kemampuan bicara secara keseluruhan, tidak bisa memakai kata yang tepat, atau tidak mampu menyelesaikan kalimat.
Stroke juga bisa merusak otot yang mengontrol kemampuan berbicara penderitanya. Terapi stroke untuk gangguan ini bisa dilakukan oleh terapis bicara dan bahasa, yang akan melatih pasien berbicara dengan jelas dan runtut. Jika gangguan terlalu parah, maka terapi stroke yang dilakukan adalah mencari cara berkomunikasi selain berbicara.

Terapi okupasi
Terapi okupasi adalah rehabilitasi yang membantu seseorang mendapatkan kembali, mengembangkan, dan membangun keterampilan yang penting, terkait kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Pasien akan dilatih sesuai keperluannya, misalnya cara mengancingkan baju dan menggosok gigi.
Terapi okupasi bisa dilakukan bersama dengan terapi bicara dan bahasa, untuk melatih kemampuan kognitif seseorang yang terkena stroke. Kemampuan kognitif yang bisa terganggu akibat stroke antara lain menurunnya kemampuan berpikir, penalaran, ketidakmampuan melakukan penilaian, dan masalah ingatan.

Terapi rekreasi dan terapi psikologi
Terapi rekreasi bisa diberikan untuk pasien pascastroke agar mencintai kembali apa yang dahulu ia sering lakukan, misalnya memelihara hewan peliharaan, atau membuat kerajinan tangan dan barang seni, tergantung pada minat penderita.

Terapi psikologi atau psikoterapi dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi mental seseorang yang terkena serangan stroke. Hanya saja, kondisi yang tidak lagi seperti sediakala rentan menumbuhkan rasa depresi dan gangguan emosi pada penderitanya. Salah satu bentuk paling umum adalah menarik diri dari aktivitas sosial dan putus harapan akan kesembuhan.

Terapi Alternatif
Selain terapi stroke di atas, beberapa terapi berikut bisa dijadikan alternatif untuk pasien pascastroke. Namun, selalu konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu karena langkah-langkah berikut belum terbukti sepenuhnya dapat membantu pemulihan pasca stroke secara signifikan.

Akupunktur
Terapi menggunakan jarum khusus yang ditusukkan ke permukaan kulit ini sudah populer di Asia sejak berabad-abad lamanya. Terapi akupunktur diklaim bisa membantu mengurangi rasa sakit, kelumpuhan, dan masalah otot akibat stroke.

Pijat
Pijat adalah terapi yang sangat umum untuk penderita stroke. Pijat dapat membantu memperbaiki suasana hati, menurunkan tekanan darah, mengurangi kecemasan, dan membuat tubuh serta pikiran lebih santai. Selain itu, juga dapat membantu masalah otot dengan meningkatkan aliran darah ke daerah yang terkena gangguan.

Yoga
Yoga dapat membantu memperbaiki kualitas hidup pasien pasca stroke melalui olah napas dan gerakan lambatnya. Yoga juga membantu pasien meningkatkan fokus mental yang hilang akibat stroke. Olahraga ini adalah pilihan bijak untuk penderita stroke, mengingat olahraga ini minim benturan dan risiko cedera.

Aromaterapi
Aromaterapi yaitu memanfaatkan aroma tertentu untuk membantu orang menjadi lebih rileks dan mengurangi rasa sakit. Rosemary, lavender, dan peppermint adalah aroma yang umum dipakai oleh mereka yang kesehatannya bermasalah akibat stroke.



Author

Admin