https://www.idblanter.com/search/label/Template
https://www.idblanter.com
BLANTERORBITv101

Faktor Resiko Stroke

18 Juli 2022

 

Faktor Risiko Penyakit Stroke

Ada tiga faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami stroke, yaitu faktor kesehatan, gaya hidup, dan faktor lainnya. Selain stroke, berbagai faktor tersebut juga berisiko meningkatkan risiko serangan jantung.

1.    Hipertensi.
2.    Diabetes.
3.    Kolesterol tinggi.
4.    Obesitas.
5.    Penyakit jantung, seperti gagal jantung, penyakit jantung bawaan, infeksi jantung, atau aritmia.
6.    Sleep apnea.
7.    Pernah mengalami transient ischemic attack TIA atau serangan jantung sebelumnya.


Ada sejumlah faktor risiko lainnya dari penyakit stroke, diantaranya :  

1.    Usia.
Penyakit ini sering menyerang seseorang yang berusia di atas 60 tahun. Meski begitu, stroke juga dapat mengenai orang dengan usia muda. Sekitar 28% penderita stroke menyerang orang yang berusia di bawah 65 tahun.

2.    Jenis Kelamin pria lebih banyak dibanding wanita. Wanita lebih berisiko untuk stroke perdarahan dibanding pria.

3.    Penyakit jantung. Beberapa obat-obatan yang dipakai untuk terapi penyakit jantung dapat meningkatkan risiko untuk stroke perdarahan.  

4.    Hipertensi. Sekitar 70% penderita stroke disebabkan oleh hipertensi. 

5.    Merokok dengan jumlah 1 pak per hari mempunyai risiko untuk stroke hingga 2-2,5 kali dibanding dengan orang bukan perokok.  

6.    Diabetes atau kencing manis 

7.    Obesitas dapat meningkatkan resiko stroke baik perdarahan maupun sumbatan, tergantung pada faktor risiko lainnya yang ikut menyertainya. 

8.    Penyalahgunaan obat, terutama kokain dan methamphetamine, merupakan faktor risiko yang kuat untuk stroke terutama pada usia muda. Begitu pula steroid yang digunakan untuk body building juga dapat meningkatkan stroke.

9.    Genetik. Faktor emosi dan mental seperti stress yang berat mempunyai risiko lebih tinggi untuk timbul stroke.  

10.    Kondisi fisik dan medis lainnya seperti sleep apnoea.

 

Metode skrining formal yang telah divalidasi dapat digunakan untuk membantu diagnosis stroke secara cepat. Salah satu yang paling umum digunakan adalah BE FAST (singkatan dari balance, eyes, face, arm, speech, time). Metode ini perlu dipublikasikan secara luas sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengenali tanda dan gejala stroke dan memanggil layanan darurat sesegera mungkin. Gangguan keseimbangan: apakah orang tersebut mengalami gangguan keseimbangan saat berjalan atau terjatuh ke satu sisi tubuh?

1.    Gangguan penglihatan: apakah orang tersebut mengalami penglihatan kabur atau bahkan tidak bisa melihat sama sekali?

2.    Kelemahan wajah: bisakah orang tersebut tersenyum secara simetris, apakah ujung bibir atau alis mereka dapat bergerak secara simetris?

3.    Kelemahan lengan dan kaki: dapatkah orang tersebut mengangkat kedua lengan dan kedua kakinya secara seimbang?

4.    Berbicara: dapatkah orang tersebut berbicara dengan jelas dan memahami apa yang dikatakan saat berbicara dengan orang lain?

5.    Waktu: stroke harus dicurigai jika seseorang menunjukkan gejala-gejala ini, terutama jika terjadi secara mendadak.




Author

Admin