https://www.idblanter.com/search/label/Template
https://www.idblanter.com
BLANTERORBITv101

Etika Batuk

20 Juli 2022

 

Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penularan Penyakit

Etika batuk yang benar minimalisir risiko penularan penyakit
Cara yang tepat menerapkan etika batuk

1. Menutup hidung dan mulut dengan tisu

Jika Anda hendak batuk, etika yang tepat adalah segera mengambil tisu untuk menutupi mulut dan hidung Anda. Langsung buang segera tisu yang digunakan ke tempat sampah, sebelum tisu tersebut disentuh atau bahkan digunakan oleh orang lain. Batuk itu sendiri merupakan refleks yang terkadang sulit dikontrol. Ada kalanya Anda mau batuk tapi tidak sempat mengambil tisu untuk menutup mulut dan hidung.Maka, batuklah pada bagian dalam lengan atas Anda, jangan pada telapak tangan. Bagian lengan atas merupakan bagian yang jarang berkontak dengan benda (gagang pintu, alat makan, atau telepon) atau melakukan sentuhan fisik seperti saat berjabat tangan dengan orang lain.

2. Menjaga jarak dengan orang lain

Ketika batuk, jangan lupa untuk memalingkan wajah Anda menjauhi orang-orang yang ada di sekitar. Etika batuk seperti ini dilakukan untuk memastikan tidak ada cipratan droplet yang mengenai tubuh atau wajah orang lain.

3. Mencuci tangan menggunakan sabun

Ingatlah untuk selalu mencuci tangan setelah batuk. Sebagian besar penyakit pernapasan berbahaya disebarkan karena dari sentuhan tangan yang terkontaminasi patogen ke bagian wajah.
Etika mencuci tangan dengan benar adalah dengan menggunakan sabun dan air mengalir.
Cairan pembersih lain seperti sanitizer juga bisa digunakan asalkan mengandung alkohol dengan kosentrasi 60-95 persen.
Selama mencuci tangan, pastikan Anda membersihkan seluruh bagian telapak tangan, termasuk menggosok sela-sela jari.
Lakukanlah selama 20 detik sehingga memastikan pelindung tubuh patogen benar-benar hancur oleh air sehingga ia tidak bisa lagi aktif menginfeksi tubuh.
Dalam etika batuk, membersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir lebih efektif karena dengan batuan aliran air kuman bisa langsung terlepas dari permukaan tangan.

4. Menggunakan masker saat sakit

Terakhir, gunakan masker jika Anda merasa sakit dan batuk terus-menerus.
Penggunaan masker juga sebaiknya digunakan dengan tepat. Ganti masker secara berkala atau cuci dengan sabun yang mengandung disinfektan jika menggunakan bahan masker yang bisa dipergunakan ulang.
Hindari menggunakan masker yang sudah kotor dan lembab karena justru dapat menjadi lingkungan yang kondusif untuk kuman penyakit berkembang biak.

 

Etika batuk yang dilakukan saat merasa sakit

Setiap langkah etika batuk sebaiknya diterapkan ketika batuk di mana pun, terutama di tempat atau fasilitas umum yang dipadati orang.
Begitupun saat Anda sendirian karena droplet tetap bisa berpindah melalui udara atau menempel di permukaan benda.
Jika batuk yang Anda alami memang merupakan gejala penyakit menular, ada baiknya Anda beristirahat di rumah dan menghindari tempat ramai seperti kantor, pasar, dan sekolah bila memungkinkan.
Hal ini dilakukan untuk menghindari kontak fisik dan menjaga jarak dengan orang lain sehingga mencegah penularan kuman penyakit.
Penyakit seperti pilek dan flu bisa menyebabkan munculnya gangguan kesehatan lain yang muncul bersamaan dengan batuk, seperti:
•    Demam
•    Tenggorokan kering
•    Nyeri tubuh terutama pada sendi dan otot
•    Sesak napas
•    Hidung berair dan tersumbat
•    Sakit kepala
•    Kelelahan atau badan lemas
•    Diare dan muntah-muntah
Batuk yang disebabkan oleh pilek atau flu biasanya akan berhenti dalam waktu kurang dari seminggu, bahkan bisa lebih cepat.

Cara Cepat Meredakan dan Menyembuhkan Batuk yang Perlu Anda Tahu

Batuk adalah respons alami tubuh yang bertujuan menyingkirkan berbagai zat yang bisa mengiritasi saluran pernapasan. Akan tetapi, batuk terus-menerus dapat menjadi gejala dari suatu penyakit. Kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Untungnya, terdapat berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk menyembuhkan batuk, mulai dari pengobatan di rumah, bahan alami, hingga menghilangkan batuk dengan obat over-the-counter (OTC).

Cara menyembuhkan batuk
Batuk adalah respons alami tubuh sekalipun Anda tidak sedang sakit. Namun, batuk karena kondisi tertentu, seperti pilek atau flu bisa jadi mengganggu. Orang yang memiliki alergi, sinusitis dan asma bisa mengalami batuk saat penyakitnya kambuh.
Batuk yang terus muncul, bisa membuat Anda merasa tidak nyaman dan tubuh menjadi lemah sehingga aktivitas sehari-hari pun terganggu. Pasalnya, batuk membuat otot di sekitar dada terasa nyeri dan tenggorokan terasa kering dan perih.
Agar aktivitas Anda tak terus terganggu batuk yang Anda alami, simak cara menghilangkan batuk berikut ini:

1. Minum banyak cairan
Saat pilek atau flu, virus membuat produksi lendir atau dahak jadi lebih banyak. Dahak berlebih tersebut bisa mengalir dari hidung ke bagian belakang tenggorokan dan membuat Anda mengalami batuk berdahak.
Salah satu cara efektif dan mudah dilakukan dalam menyembuhkan batuk berdahak adalah memperbanyak minum air putih. Akan lebih efektif jika Anda mengonsumsi air hangat.
Menurut studi klinis yang dilakukan Cardiff Univeristy pada jurnal Rhinology, cairan hangat bisa membantu melegakan tenggorokan dan mengencerkan lendir yang mengental sehingga dahak lebih mudah dikeluarkan saat batuk. Ketika dahak tak lagi menyumbat saluran napas, batuk pun akan berkurang dan Anda bisa bernapas dengan lebih lega.
Cara menyembuhkan batuk yang satu ini paling baik jika dibarengi dengan menambah waktu istirahat. Dengan begitu, daya tahan tubuh Anda bisa lebih optimal menghentikan penyakit penyebab batuk.

2. Konsumsi obat batuk alami
Beberapa bahan atau obat batuk alami yang bisa Anda gunakan untuk menghilangkan batuk, antara lain teh madu dan irisan lemon. Bahan ini juga dapat membantu meredakan hidung tersumbat dan melegakan tenggorokan.
Dalam banyak penelitian, salah satunya dari jurnal Family Physicians of Canada, madu diketahui efektif menyembuhkan batuk pada anak-anak jika dikonsumsi secara rutin selama batuk berlangsung.
Anda juga bisa mencoba minuman hanga seperti wedang jahe atau jus nanas untuk obat batuk alami. Buah nanas mengandung senyawa bromelain yang berifat antiradang dan mukolitik, yaitu membantu tubuh memecah dan mengalirkan lendir yang menghambat tenggorokan.

3. Berendam air hangat
Cara ini memiliki khasiat yang sama dengan minum minuman hangat untuk menghilangkan batuk. Uap yang dihasilkan dari air hangat yang Anda hirup, bisa membantu melonggarkan sekresi yang menghasilkan lendir di hidung hingga ke tenggorokan sehingga batuk semakin berkurang.
Mandi air hangat bisa menjadi cara mengatasi batuk yang tidak hanya disebabkan oleh pilek, tapi juga alergi. Banyak yang percaya mandi tidak diperbolehkan jika selama batuk Anda juga mengalami demam mengiggil. Padahal membersihkan tubuh tetap penting untuk kesehatan Anda.
Sebagai cara menyembuhkan batuk yang disertai demam, Anda bisa menggunakanlah lap yang direndam air hangat untuk membersihkan tubuh. Untuk membantu meringankan gejala, gosokkan balsam dengan kandungan camphor, eucalyptus oil, dan menthol pada dada, leher, dan punggung setelah berendam.

4. Menjaga kelembapan dan kebersihan udara
Udara yang kering dan kotor bisa bisa memicu terjadinya alergi rhinitis, salah satu gejala dari raksi alergi ini adalah batuk. Cobalah menjajal kegunaan humidifier untuk menjaga udara di dalam ruangan tetap lembap sekaligus menjernihkan sirkulasi udara dari partikel kotor, debu, dan kuman penyakit penyebab batuk.

5. Berhenti merokok
Selain udara yang kering, semprotan parfum dan asap rokok juga bisa memicu produksi lendir lebih banyak. Akibatnya, batuk jadi lebih parah.
Cara terbaik dan cepat menyembuhkan batuk adalah dengan berhenti merokok. Selain itu, salah satu bahaya merokok dapat merusak jaringan silia yang berfungsi membersihkan dinding paru dari kotoran dan lendir. Inilah mengapa perokok aktif biasanya mengalami gejala batuk yang berkepanjangan dibandingkan dengan non-perokok.

6. Berkumur air garam
Larutan air garam dapat menjadi obat alami untuk batuk berdahak. Cara memanfaatkan larutan garam untuk meredakan batuk adalah dengan berkumur secara rutin (3-4 kali dalam sehari) selama gejala berlangsung.
Selain dapat membantu mengencerkan dahak yang menggumpal di belakang tenggorokan, berkumur dengan air garam dapat membersihkan bakteri dan zat alergen yang menempel di dalam mulut. Anda hanya membutuhkan 1/2 sendok garam yang dilarutkan ke dalam air hangat. Berkumurlah selama beberapa menit, tapi berhati-hatilah jangan sampai larutan garam tertelan.

7. Minum obat
Jika tips sebelumnya tidak cukup ampuh untuk meredakan batuk, Anda bisa mencoba obat pereda batuk.

Batuk Makin Parah? Hindari Makanan yang Dilarang dan Pantangannya Berikut Ini
Ketika batuk, selain minum obat, Anda biasanya dianjurkan untuk tidak sering keluar malam, banyak beristirahat sampai menghindari stres. Tujuannya tentu untuk segera meredakan batuk menerus ataupun gangguan kesehatan lain yang menyertai. Tak hanya itu, mematuhi pantangan makanan dan minuman yang dilarang saat batuk juga bisa membantu mencegah batuk atau memperparah kondisi Anda.
Apa saja makanan dan minuman yang dilarang saat batuk?
Secara umum batuk adalah salah satu gejala penyakit flu. Meskipun batuk yang disebabkan oleh flu biasanya bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya, sebaiknya jangan pernah menyepelekan kondisi tersebut. Selain membuat tubuh tidak nyaman, batuk berkepanjangan bisa memicu infeksi saluran pernapasan lainnya sehingga kondisi batuk semakin serius.
Menghindari makanan dan minuman yang dilarang saat batuk bisa membantu Anda mempercepat penyembuhan. Tak hanya itu, menaati pantangan makanan juga membantu Anda mencegah kondisi ini semakin memburuk

1. Makanan yang digoreng
Mungkin Anda sering kali mendengar anjuran untuk menghindari makanan yang digoreng saat batuk. Ternyata, hal ini memang benar adanya. Sebenarnya bukan makanannya yang memperparah batuk, melainkan minyak yang digunakan untuk menggoreng.
Minyak, terutama minyak jelantah yang telah dipakai berulang kali, menghasilkan senyawa akrolein yang akan memicu rasa gatal menyiksa di tenggorokan. Semakin sering dan banyak jumlah minyak yang digunakan, akan semakin buruk pula kualitas minyak. Hal itu tentu membahayakan kesehatan.
Tidak hanya itu, tekstur kasar dari gorengan juga bisa membuat dinding tenggorokan mengalami iritasi. Dampaknya akan lebih parah jika Anda mengalami batuk kering.
Alasan lain kenapa gorengan menjadi makanan yang perlu dihindari saat batuk, yaitu makanan ini dapat menyebabkan naiknya asam lambung dan alergi makanan. Refluks asam lambung yang naik dapat memicu terjadinya penyempitan saluran napas kemudian menyebabkan batuk.
Jadi, selama kondisi batuk belum juga membaik, sebaiknya hindarilah konsumsi makanan yang dilarang saat batuk ini untuk mencegah kondisi ini semakin parah.

2. Minuman yang mengandung kafein
Selain makanan, terdapat juga jenis minuman yang perlu dihindari konsumsinya secara berlebihan saat batuk. Minuman mengandung kafein adalah beberapa di antaranya.
Hal ini disebabkan karena kafein dapat memicu gas asam dari lambung naik kembali ke tenggorokan. Kondisi ini bisa menyebabkan tenggorokan terasa gatal. Akibatnya, batuk Anda semakin memburuk dan tidak kunjung sembuh.
Kafein terdapat dalam kopi, teh, dan soda yang perlu dihindari konsumsinya selama batuk berlangsung. Untuk meredakan batuk, Anda tidak harus berhenti mengonsumsi minuman kafein sama sekali. Namun, penting bagi Anda untuk membatasinya.

3. Makanan olahan
Anda bisa mencegah batuk semakin memburuk dengan menjauhi makanan olahan, seperti makanan kemasan, fast food, dan keripik.
Dengan kata lain, asupan nutrisi yang optimal dalam tubuh bisa memperkuat sistem imun untuk melawan batuk. Makanan olahan cenderung tidak padat gizi. Itu sebabnya, cobalah mengonsumsi dengan nutrisi lengkap ketika sakit.
Jika bingung makanan olahan apa saja yang dilarang saat batuk, Anda bisa mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan protein nabati, seperti kacang kedelai dan sayuran. Makanan ini dapat membantu melawan infeksi virus penyebab batuk.

4. Makanan pemicu alergi
Berbagai masalah kesehatan dapat menyebabkan batuk. Selain infeksi virus, batuk menjadi salah satu gejala dari reaksi alergi. Kondisi alergi terjadi ketika adanya reaksi berlebihan dari sistem imun terhadap zat di dalam makanan.
Ada beberapa makanan penyebab alergi sehingga memperburuk kondisi batuk Anda. Makanan tersebut dapat berupa makanan laut, telur, kacang, dan lainnya. Mengenali makanan yang bisa memicu alergi dalam tubuh sekaligus menghindarinya, adalah salah satu cara tepat untuk meredakan atau bahkan mencegah batuk sama sekali.
Selain menyebabkan batuk, terus mengonsumsi makanan penyebab alergi juga dapat memicu reaksi alergi yang lebih serius seperti kejang dan sesak napas. Makanan pemicu alergi dengan bahan dasar susu juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan pada anak-anak dan balita.





Author

Admin