https://www.idblanter.com/search/label/Template
https://www.idblanter.com
BLANTERORBITv101

Efek dari Hipertensi

18 Juli 2022

 

Apa komplikasi dari tekanan darah tinggi yang mungkin terjadi?

Hipertensi umumnya memang tidak menimbulkan gejala. Oleh karena itu, sebagian besar orang tidak mengetahui bahwa dirinya memiliki darah tinggi bila tidak rutin melakukan cek tekanan darah.

Bila kondisi ini dibiarkan atau tidak ditangani dengan tepat dapat berujung pada kompliksi penyakit lainnya. Berikut beberapa komplikasi hipertensi yang mungkin terjadi:

1.    Masalah pada pembuluh arteri, seperti aneurisma.
2.    Masalah pada jantung, seperti serangan jantung, gagal jantung, atau penyakit pada jantung lainnya.
3.    Stroke.
4.    Masalah pada ginjal.
5.    Kerusakan mata.
6.    Demensia.
7.    Disfungsi seksual.

2. Sering Sakit Kepala
Ciri-ciri darah tinggi yang paling sering dikeluhkan adalah sakit kepala. Ini khususnya dirasakan oleh pasien dalam tahap krisis, ketika tekanan darah berada di angka 180/120 mmHg atau bahkan lebih tinggi lagi.
Apabila Anda pernah atau sering mengalami nyeri kepala yang terjadi secara tiba-tiba, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
Dengan pemeriksaan, diagnosis hipertensi dapat ditegakkan maupun disingkirkan apabila ada kemungkinan terjadinya kondisi medis lain.

3. Gangguan Penglihatan
Gangguan penglihatan merupakan salah satu komplikasi dari tekanan darah tinggi. Ini dapat terjadi secara mendadak atau perlahan.

Salah satu gangguan penglihatan yang dapat terjadi adalah retinopati hipertensi. Ketika terjadi peningkatan tekanan darah, pembuluh darah mata dapat pecah. Hal ini menyebabkan penurunan penglihatan mata secara tajam dan mendadak.

4. Mual dan Muntah
Pria sedang Mual dan Muntah
Seorang Pria sedang Mual dan Muntah
Mual dan muntah adalah gejala darah tinggi yang terjadi karena peningkatan tekanan di dalam kepala. Hal ini dapat dipicu oleh beberapa hal, salah satunya perdarahan di dalam kepala.
Salah satu faktor risiko perdarahan di dalam kepala adalah hipertensi. Seseorang dengan perdarahan otak dapat mengeluhkan adanya muntah menyembur yang terjadi tiba-tiba.

5. Nyeri Dada
Penderita hipertensi dapat mengalami keluhan nyeri dada. Kondisi ini terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah pada organ jantung.

Tidak jarang, nyeri dada menjadi penanda dari serangan jantung yang juga bermula dari tekanan darah tinggi. Segera periksakan ke dokter apabila Anda mengalami salah satu gejala ini.

6. Sesak Napas
Sesak napas dapat menjadi gejala dari tekanan darah tinggi. Keadaan ini timbul ketika jantung mengalami pembesaran dan gagal memompa darah. Jika Anda sering mengalaminya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

7. Bercak Darah di Mata
Sering disebut dengan perdarahan subkonjungtiva, gejala ini sering ditemukan pada individu dengan diabetes atau hipertensi. Namun, bukan kedua kondisi tersebutlah yang menyebabkannya secara langsung.

Apabila menemukan bercak darah di mata, konsultasikan kepada dokter mata mengenai kemungkinan kerusakan terhadap saraf mata yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi.

8. Muka yang Memerah
Ketika pembuluh darah di muka melebar, area wajah akan terlihat memerah. Hal ini dapat terjadi akibat respons dari beberapa pemicu, seperti paparan sinar matahari, cuaca dingin, makanan pedas, angin, minuman panas, dan produk perawatan kulit.

Meski disebabkan oleh banyak hal, facial flushing alias wajah memerah bisa juga menjadi gejala darah tinggi. Ini terjadi ketika tekanan darah meningkat lebih dari biasanya.

9. Rasa Pusing
Obat pengontrol tekanan darah dapat menimbulkan rasa pusing sebagai salah satu efek sampingnya.
Meski bukan berasal dari tekanan darah yang meningkat, sensasi pusing tidak dapat dihiraukan begitu saja, terutama apabila muncul secara tiba-tiba.
Rasa pusing yang tiba-tiba muncul, hilangnya keseimbangan atau koordinasi, serta adanya kesulitan berjalan merupakan tanda peringatan akan terjadinya stroke.
Berhati-hatilah, karena tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko pemicu stroke.

10. Mimisan
Mimisan. Sama seperti nyeri kepala, mimisan pada umumnya terjadi saat tekanan darah sedang sangat tinggi. Apabila mimisan juga disertai dengan gejala hipertensi yang telah disebutkan di atas, segera kunjungi unit gawat darurat karena merupakan suatu kegawatan medis.

11. Penurunan Fungsi Kognitif
Seseorang yang memiliki darah tinggi sejak usia dewasa muda, dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi kognitif di usia tuanya. Hasilnya, mereka akan sulit untuk berpikir dan menjadi pelupa hingga mengidap demensia.

12. Gangguan Fungsi Ginjal
Salah satu dampak buruk dari hipertensi yang berlangsung lama adalah menurunnya fungsi ginjal penderita, bahkan dapat berkembang menjadi gagal ginjal kronis. Hal itu terjadi akibat terganggunya aliran darah yang menuju ke ginjal akibat hipertensi.
Tanda utama yang dapat muncul akibat menurunnya fungsi ginjal adalah bengkak pada kaki dan perut, dan pucat.

13. Sulit Tidur
Gejala lain dari darah tinggi adalah kesulitan tidur di malam hari. Sebaliknya, kurangnya waktu tidur akan membuat hipertensinya akan semakin parah. Oleh karena itu, jika Anda merasa memiliki masalah tidur di malam hari, segera konsultasikan kepada dokter.
14. Lemas
Merasa lemas terus-menerus bisa menjadi gejala dari hipertensi.
Selain itu, rasa lemas juga bisa muncul akibat berbagai komplikasi hipertensi. Apalagi jika penyakit tersebut sudah diderita lama oleh seseorang.





Author

Admin