https://www.idblanter.com/search/label/Template
https://www.idblanter.com
BLANTERORBITv101

Ciri Stroke

18 Juli 2022

 

Ciri-ciri Stroke di Usia Muda
Risiko terjadi stroke umumnya meningkat dengan bertambahnya usia seseorang. Akan tetapi, stroke sebenarnya juga dapat terjadi di usia muda. Berikut adalah ciri-ciri atau gejala stroke yang patut diwaspadai:

 

1.   Perubahan Fungsi Panca Indera
Stroke ringan biasanya akan menyerang fungsi panca indera terlebih dahulu, seperti perubahan fungsi mata, telinga, dan rasa. Kehilangan fungsi panca indera tidak terjadi sekaligus, namun bisa saja hanya pada salah satunya. Jika mulai merasakan hilang fungsi dari salah satu panca indera, sebaiknya Anda tidak menyepelekannya sebab bisa saja menjadi awal dari gejala stroke ringan.

2.   Kehilangan Keseimbangan dan Kesadaran
Ciri-ciri stroke di usia muda juga bisa ditandai dengan kehilangan keseimbangan tubuh. Sebagai contoh, kesulitan berjalan karena keseimbangan tubuh yang tidak stabil. Pusing di bagian kepala yang menyebabkan berjalan menjadi sempoyongan, kehilangan kesadaran seperti bingung, hilang ingatan, ataupun tidak sadarkan diri juga bisa menjadi gejala stroke. Segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pasti dari gejala yang timbul.
3.   Saraf Bermasalah
Stroke merupakan salah satu penyakit yang berhubungan dengan fungsi saraf. Bagian-bagian tubuh tertentu misalnya wajah, kaki, atau tangan dapat ditandai dengan rasa kesemutan yang cukup sering atau tidak kunjung hilang, serta mati rasa pada satu sisi tubuh.
4.   Perubahan Mental
Selain tiga ciri di atas, ciri-ciri stroke di usia muda juga bisa ditandai dengan perubahan mental, contohnya merasa bingung atau lupa ingatan. Kesulitan memahami perkataan seseorang serta sulit membaca dan mendengar juga merupakan tanda gejala awal stroke.
5. Penyebab Stroke di Usia Muda
Stroke dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, bisa karena faktor risiko yang diturunkan dalam keluarga keturunan seperti hipertensi ataupun gaya hidup yang tidak sehat. Berikut ini beberapa faktor penyebab stroke di usia muda yang perlu Anda ketahui:
1.   Hipertensi
Meningkatnya tekanan darah merupakan salah satu penyebab stroke. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan rapuhnya dinding pembuluh darah yang dapat berujung pada pecahnya pembuluh darah.

 
2.   Cedera Kepala
Cedera berat pada kepala juga bisa menjadi salah satu penyebab stroke terjadi di usia muda. Benturan yang cukup keras pada kepala bisa membentuk gumpalan darah di bagian kepala. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gegar otak serta mengganggu sistem kekebalan tubuh dan sel darah sehingga dapat berujung menjadi stroke.
3.   Anemia Sel Sabit
Anemia sel sabit berasal dari kelainan genetik sejak lahir dengan kondisi sel-sel darah merah berbentuk seperti bulan sabit. Kondisi tersebut mengakibatkan pembuluh darah kehilangan pasokan darah sehat dan oksigen untuk dialirkan ke seluruh tubuh. Pasokan darah dan oksigen yang tidak dialirkan secara sempurna terutama ke bagian kepala dapat menyebabkan terjadinya stroke. Dibutuhkan perawatan medis khusus agar kondisi ini tidak menyebabkan gangguan pada organ tubuh lainnya.

4.   Kolesterol Tinggi
Gejala stroke juga bisa disebabkan karena kolesterol tinggi. Meningkatnya kolesterol jahat (low density lipoprotein/LDL) dalam darah bisa menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah otak yang menimbulkan aterosklerosis (sumbatan atau penyempitan pembuluh darah). Kondisi tersebut memerlukan penanganan secepatnya karena bisa mengakibatkan stroke atau penyakit lainnya seperti penyakit jantung koroner.
Faktor Risiko Stroke di Usia Muda
Pemicu stroke pada usia lanjut dapat berbeda dengan usia muda. Apa saja faktor-faktor yang bisa menjadi penyebab stroke di usia muda?
1.   Gaya Hidup Tidak Sehat
Gaya hidup tidak sehat seperti merokok, mengonsumsi minuman keras, dan obat-obatan terlarang selain dapat merusak kesehatan dan menurunkan sistem imun juga dapat mencetuskan ciri-ciri stroke pada usia muda. Selain itu, gaya hidup di usia muda yang tidak sehat dapat menuntun Anda pada penurunan kesehatan dan kualitas hidup di kemudian hari.
2.   Penyakit Jantung
Jika sebelumnya Anda memiliki riwayat penyakit jantung, maka kondisi tubuh akan lebih rentan terserang stroke. Penyakit jantung seperti jantung koroner, jantung rematik, ataupun kelainan pada jantung bisa meningkatkan risiko terserang stroke.
3.   Gangguan Pembekuan Darah
Hemofilia atau kelainan bawaan yang dapat menyebabkan darah sulit beku merupakan salah satu contoh gangguan pembekuan darah yang mungkin terjadi. Kondisi tersebut menyebabkan seseorang mudah mengalami perdarahan. Jika terjadi pada otak, maka orang tersebut dapat mengalami stroke hemoragik.
Mencegah terjadinya stroke merupakan langkah penting yang bisa dilakukan agar tidak mengalaminya baik di usia muda maupun lanjut. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain menjalankan pola hidup sehat, rutin berolahraga, serta memeriksakan kesehatan secara teratur dengan melakukan medical check up.

Faktor risiko gaya hidup, yaitu:
1.    Merokok.
2.    Kurang olahraga atau aktivitas fisik.
3.    Konsumsi obat-obatan terlarang.
4.    Kecanduan alkohol.


Sementara itu, beberapa kondisi yang termasuk dalam faktor risiko lainnya adalah:
-    Faktor keturunan. Seseorang dengan anggota keluarga yang pernah mengalami stroke memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit yang sama.
-    Faktor usia. Semakin bertambah usia, risiko seseorang mengidap stroke juga lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang lebih muda.



Author

Admin